Ordinary Metro Mom

Tips & saran juga sharing mengenai wanita bekerja & ibu rumah tangga, kumpulan berita dr e-mail, resep2 masakan.

Tuesday, April 04, 2006

Plastik untuk Kemasan Makanan


Kebetulan gua baca Kompas Minggu, 19 Maret 2006 yang membahas e-mail yang beredar mengenai pemakaian plastik secara berulang2. Berikut gua lampirkan berita dari Kompas tersebut, semoga berguna buat kalian semua. ^_^


Bahan Plastik yang Aman
Sebelum membeli makanan atau minuman, masyarakat seharusnya memilih kemasan plastik yang aman digunakan. Untuk mengetahui bahan plastik yang aman digunakan, lihatlah nomor-nomor yg tertera pada kemasan. Nomor itu biasanya berada di dalam segitiga tanda panah melingkar. Setiap nomor menunjukkan bahan yang digunakan.

Nomor 1: Polyethylene terephtalate (PTE atau PETE), biasa digunakan mengemas air
minum, minuman ringan berkarbonasi, jus buah-buahan, minyak goreng, saus salah,
jeli, selai & selai kacang.
Nomor 2: High density polyethylene (HDPE),
biasa digunakan untuk mengemas susu, yogurt, & botol galon air
minum
Nomor 4: Low density polyethylene (LDPE), biasa digunakan sebagai
plastik kemasan rapat (cling wrap), pengemas roti, makanan beku, & botol
plastik yang dpt ditekan.
Nomor 5: Polypropylene (PP), biasa digunakan untuk mengemas sup, saus tomat, & margarin.

Diantara jenis plastik tsb yg relatif paling aman & telah mengalami uji & evaluasi badan pengawasan obat & makanan Amerika Serikat (FDA) adalah PET (nomor 1).
Jadi, bila botol air minum kita bertanda nomor 1, berarti terbuat dari PET & plastik itu aman untuk kemasan makanan atau bersifat food grade.
Menurut Dosen Dept Ilmu & Tek Pangan IPB, Dr. Yadi Haryadi, Msc, sebenarnya penggunaan botol plastik, khususnya botol plastik PET, secara berulang-ulang tidak menjadi masalah. Syaratnya, setiap akan dipakai atau diisi ulang, botol2 tsb harus dicuci bersih memakai sabun & dikeringkan dahulu.

Tidak aman
Berikut adalah jenis plastik yg penggunaannya tidak diperbolehkan untuk bahan pangan krn mengandung bhn berbahaya yg dpt berpindah ke makanan.

Nomor 3: Polyvinyl chloride (PVC atau disebut vinil). Plastik ini sering dibuat cling wrap. Sering juga dipakai untuk wadah kue kering atau cokelat. Ada juga botol plastik yg dpt ditekan (untuk pengeluaran bahan) terbuat dari PVC.
Nomor 6: Polystyrene (PS), sangat dikenal konsumen dlm bentuk kemasan stereofom spt yg digunakan untuk mengemas buah & sayuran di toko2 swalayan.
Nomor 7: Jenis plastik lainnya, terutama polycarbonate. Plastik ini mengandung bisphenol-A yg berbahaya &dpt bermigrasi. Plastik ini tahan suhu tinggi. Ada yg menggunakan sbg botol susu bayi & alat2 makan (sendok, garpu, pisau) plastik.

Hindari panas & minyak
Penggunaan plastik u/ membungkus makanan jg perlu diwaspadai.
Hindari memanaskan makanan dg wadah atau bungkus yg terbuat dr plastik dlm microwave.
Hindari menggunakan tempat dr bhn plastik u/ menaruh mkn panas, apalagi berminyak, dlm microwave. Menurut Yadi, beberapa studi menunjukan migrasi komponen plastik ke dlm bhn pangan selama pemanasan atau pd suhu tinggi semakin besar.
Kita jg sering melihat pedagang mkn menggunakan plastik u/ membungkus makanan tsb dlm keadaan panas. Menurut Yadi, cara ini sangat beresiko krn kantong plastik yg digunakan tdk jelas asal usulnya. Migrasi bahan berbahaya dpt saja terjadi jk plastik tsb bukan plastik berlabel food grade.
Karena kurangnya pengetahuan, kita tidak dapat menyalahkan pedagang kecil. Yadi menyarankan, jk akan membeli mkn panas, berminyak, atau berkuah, sebaiknya membawa sendiri wadah yg aman dr rumah.


Kesimpulan gua,
Plastik berbahaya bila kena air/ kuah panas apalagi suhu tinggi (mendidih) atau minyak panas. Jadi jangan masak, panasin sayur dg wadah plastik di kompor atau di microwave, ya meleleh lah.
Jangan masak, ngaduk sup atau bubur pake centong plastik, meleleh juga tuh, pakai centong besi atau kayu aja (Pembantu gua pernah seh, centong/ siamsi meleleh). Centong waktu buat ngaduk bubur, siamsi waktu goreng pakai teflon. Pakai piring, gelas, keramik jangan melamin (walau mahal tapi aman kan?) atau melamin yg ada tanda food grade-nya.
Sedangkan kita sering beli baso, bungkus pake plastik. Beli bakmie, bungkus pake stereofom, beli bubur, bungkus pake stereofom, itu beresiko tuh. Kalo di kantor, mo bungkus, gimana ya? Masa bawa-bawa piring/ mangkok sih? *_*'

0 Comments:

Post a Comment

<< Home